TUGAS PERILAKU KONSUMEN
Studi kasus :
Pasar motor Honda
Vangali putra harefa
3 EA 13
12209453
UNIVERSITAS GUNADARMA
2011
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Dalam kehidupan sehari hari kendaraan merupakan alat transportsi yang akan membawa kita kemana saja, begitu pentingnya bagi keseharian kita karena dengan kendaraan, jarak yang jauh untuk mencapai suatu tujuan akan menjadi dekat dengan alat transportasi.
Motor merupakan alat transportasi yang paling populer di masayrakat indonesia, khususnya perkotaan, karena ada beberpa keunggulan yang dimilikinya membuuat motor menjadi primadona bagi sebagian besar orang.
Salah satu keunggulannya adalah kepraktisan dan keefisiensinya yang menjadikan motor sebagai solusi transportasi masyarakat Indonesia. Peningkatan jumlah penjualan sepeda motor di Indonesia khususnya di kota-kota besar seperti jakarta, membuktikan bahwa pasar otomotif sepeda motor di Indonesia adaah sangat tinggi.
Lalu bagaimana perusahaan sebesar Honda dalam menanggapi masalah perilaku konsumennya ?, apakah Honda memiliki cara khusus sehingga terus memimpin pasar penjualan sepeda motor di tengah serbuan sepeda motor impor yang mencoba masuk ke pasar Indonesia.
1
2
2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang ditemui dalam penelitian dan akan dibahas kali ini adalah :
1. Bagaimana konsumen melakukan penentuan alternatif terhadap produk motor ?
2. Bagaimana konsumen dalam menyeleksi alternatif produk motor yang terdapat di pasaran?
3. Bagaimana konsumen dalam melakukan pembelian sepeda motor?
4. Bagaimana konsumen dalam mengelola sumberdaya pembeliannya?
3. Tujuan penelitian
Berdasarkan kondisi tersebut di atas maka penelitian ini dilakukan untuk :
1. Bagaimana konsumen melakukan penentuan alternatif terhadap produk motor?
2. Bagaimana konsumen dalam menyeleksi alternatif produk motor yang terdapat di pasaran?
3. Bagaimana konsumen dalam melakukan pembelian?
4. Bagaimana konsumen dalam mengelola sumberdaya pembeliannya?
3
5. Metodelogi Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam peuntuk mencapai tujuan dalam penelitian tersebut diatas yaitu dengan menggunakan metoda survey. Data diambil melaui contoh konsumen yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu (judgment non probability sampling) .
BAB II
PEMBAHASAN
Evaluasi alternatif sebelum pembelian
1. Kriteria evaluasi
Dalam kegiatan pembelian yang di lakukan konsumen maka akan di akhiri oleh kegitan menganalisis hasil dari prmbelian baik itu dilihat dari kepuasan akan pelayanan maupun kepuasan akan produk itu sendiri. Maka konsumen secara bijak akan melakukan evaluasi terhadap produk-produk tersebut dengan berbagai kriteria-kriteria tertentu yang salim]=ng berbeda bagi setiap konsumen.
Contoh kasus : produsen motor Honda menciptakan beberapa tipe motor honda yang baru, maka konsumen sebelumnya yang sudah memakai produk motor honda akan mengadakan evaluasi dengan produk motor honda yang sebelumnya pernh dipakai dengan produk sepeda motor honda yang baru. Konsumen akan melihat kriteria-kriteria tertentu seperti misalnya haraga, kualitas (kecepatan , keiritan bahan bakar, dan daya tahan)
4
5
2. Menentukan alternatif pilihan
Sebuah produk yang dijual dipasar akan selalu memiliki pesaing, hal inilah yang membuat berbagai produsen bekerja keras untuk membuat produknya menjadi yang terbaik dan menjadi yng paling lakudipasaran dibanding dengan produk saingannya. Dari situ konsumen akan melakukan penentuan alternatif pilihan terhadap produk yang akan dibelinya . dan menetapkan solusi alternatif bila terjadi hal yang negatif pada produk yang sebelumnya.
contohnya : seorang calon konsumen (calon pembeli sepeda motor) ingin membeli sepeda motor Honda type CS1, namun karena harganya yang mahal dan tidak terjangkau oleh calon konsumen tersebut, maka ia akan mengambil keputusan alternatif dengan membeli motor Honda Revo karena harganya lebih murah.
3. Menaksir alternatif pilihan
Suatu produk pasti memiliki kelemahan, baik itu dari sistem distribusinya, pesebaran di pasaran, serta dari produk itu sendiri. Hal ini akan menciptakan pemikiran tentang Produk alternatif yang tercipta dari banyak produk di pasaran. Produk alternatif akan di gunakan apabila produk awalan dirasa sudah kurang memberikan kepuasan.
Misalnya : konsumen akan mempertimbangkan untuk membeil sepeda motor honda yang harganya lebih mahal dengan motor honda
6
yang lebih murah dengan menaksir berapa harga perolehan motor Honda tersebut dan membandingkannya.
4. Menyeleksi aturan pengambilan keputusan
Setelah konsumen menerima pengaruh dalam kehidupannya maka mereka sampai pada keputusan membeli atau menolak produk. Pemasar dianggap berhasil kalau pengaruh-pengaruh yang diberikannya menghasilkan pembelian dan atau dikonsumsi oleh konsumen. Keputusan konsumen, tingkatan-tingkatan dalam pengambilan keputusan, serta pengambilan keputusan dari sudut pandang yang berbeda bukan hanya untuk menyangkut keputusan untuk membeli, melainkan untuk disimpan dan dimiliki oleh konsumen.
Contoh : Seorang konsumen memutuskan untuk membeli suatu produk motor honda, namun sebelum melakukan pembelian ia melakukan seleksi terhadap calon produk-produk yang akan dibelinya.
Pembelian
1. Proses keputusan membeli
Dalam hal melakukan pembelian, calon konsumen memiliki beberpa proses yang akan dilakukan sebelumnya, antara lain :
a. Pengenalan kebutuhan
7
Pengenalan kebutuhan adalah Proses pembelian bermula dari pengenalan kebutuhan (need recognition)-pembelian, mengenali permasalahan atau kebutuhan. Pembeli merasakan adanya perbedaan antara keadaan aktual dan sejumlah keadaan yang diinginkan. Kebutuhan itu dapat dipicu oleh stimulus internal ketika salah satu kebutuhan normal-lapar, haus, seks, naik ke tingkatan yang cukup tinggi sehingga menjadi pendorong.
b. Pencarian Informasi
Pencarian Informasi yang dilakukan oleh calon konsumen akan terus dilakukan dan dalam mencari informasi mengenai produk yang di butuhkannya sebelum di beli, kosumen aan mengunakan berbagai media sebagai sumber informasinya. Dalam hal ini konsumen akan mencari tau lebih jauh mengenai suatu produk, antara lain adalah :
Contoh : seorang konsumen ingin membeli sepeda motor honda, namun sebelumnya, ia mendatangi tempet penjualan sepeda motor dan meminta info seputar produk motor honda tersebut atau brosurnya.
C. pengevaluasian alternatif
8
pengevaluasian alternatif adalah hal yang pasti dilakukan oleh konsumen, lalu bagaimana cara konsumen mengevaluasi alternatif terhadap merek ? Pemasar perlu memahami proses pengevaluasian alternative yakni, cara konsumen memproses informasi yang menghasilkan berbagai pilihan merek. Sayangnya, konsumen tidak melakukan satu evaluasi secara tunggal dan sederhana, tetapi konsumen mungkin melakukan beberapa proses avaluasi.
D.Keputusan Pembeli
Di sini konsumen akan memutuskan untuk melakukan pembelian terhadap suatu jenis produk yang sebelumnya telah melalui beberapa serangkaian proses yang telah di bahas di atas, hal itu lah yang digunakan calun konsumen dalam dalam menuju keputusan pembelian oleh konsumen terhadap suatu produk.
2. Memilih alternatif terbaik
Hal yang wajar sebagai konsumen dalam memilih produk yang dibutuhkannya akan melakukan seleksi , namun dalam keadaan tertentu, konsumen aan memilih alternatif akan produk bila terjadi sesuatu.
3. Memilih sumber-sumber pembelian
Sumber-Sumber Pembelian :
1. Motivasi
9
merupakan kebutuhan yang cukup menekan untuk mengarahkan seseorang mencari cara untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Beberapa kebutuhan bersifat biogenik, kebutuhan ini timbul dari suatu keadaan fisiologis tertentu, seperti rasa lapar, rasa haus, rasa tidak nyaman. Sedangkan kebutuhan-kebutuhan lain bersifat psikogenik yaitu kebutuhan yang timbul dari keadaan fisologis tertentu, seperti kebutuhan untuk diakui, kebutuhan harga diri atau kebutuhan diterima. Seperti yang diterangkan oleh teori Robert Maslow: Dimulai dengan kebutuhan-kebutuhan fisiologis (lapar, haus), disusul kebutuhan-kebutuhan keselamatan (perasaan aman, perlindungan), kemudian kebutuhan-kebutuhan sosial (perasaan menjadi anggota lingkungan dan dicintai), selanjutnya kebutuhan-kebutuhan untuk dihargai (harga diri, pengakuan, status) dan mengkerucut ke kebutuhan-kebutuhan pernyataan diri (pengembangan dan perwujudan diri).
2. Belajar
Proses dimana seseorang memilih, mengorganisasikan, mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti dari dunia ini. Sewaktu orang berbuat, mereka belajar. Belajar menggambarkan perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman.
Melalui perbuatan dan belajar, orang memperoleh kepercayaan dan sikap. Kepercayaan adalah gagasan deskriptif yang dianut oleh seseorang tentang sesuatu. Sebuah sikap, menggambarkan penilaian kognitif yang baik maupun tidak baik,
10
perasaan-perasaan emosional dan kecenderungan berbuat yang bertahan selama waktu tertentu terhadap beberapa obyek atau gagasan.
3. Kepribadian
Keputusan pembelian juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti (umur, tahapan daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli ). Konsumsi seseorang juga dibentuk oleh tahapan siklus hidup keluarga.Pekerjaan mempengaruhi barang dan jasa ang dibelinya.Situasi ekonomi seseorang akan mempengaruhi pemilihan produk
Sumberdaya konsumen dan pengetahuan
1. Sumberdaya ekonomi
Potensi sumberdaya ekonomi atau lebih dikenal dengan potensi ekonomi pada dasarnya dapat diartikan sebagai sesuatu atau segala sesuatu sumberdaya yang dimiliki baik yang tergolong pada sumberdaya alam (natural resources/endowment factors) maupun potensi sumberdaya manusia yang dapat memberikan manfaat (benefit) serta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan (ekonomi).
2. Sumberdaya sementara
Sumberdaya sementara bisa di sebut sebagai waktu yang kita punya untuk menikmati suatu produk yang telah kita beli, terbatasnya waktu yang dimiliki
11
Oleh setiap oarang akan membatasinya untuk mengkonsumsi semua jenis produk secara bersamaan.
Contoh : konsumen hanya bisa menikmati sepeda motor honda yang dibelinya, hanya dengan satu kesempatan dan satu macam karena ada keterbatasan waktu.
3. Sumberdaya kognitif
kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya skema-skema tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya dalam tahapan-tahapan perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental. Teori ini digolongkan
Menurut Piaget,bayi lahir dengan sejumlah refleks bawaan selain juga dorongan untuk mengeksplorasi dunianya. Skema awalnya dibentuk melalui diferensiasi refleks bawaan tersebut. Periode sensorimotor adalah periode pertama dari empat periode.
Piaget berpendapat bahwa tahapan ini menandai perkembangan kemampuan dan pemahaman spatial penting dalam enam sub tahap :
1. Sub-tahapan skema reflex..
2. Sub-tahapan fase reaksi sirkular primer.
3. Sub-tahapan fase reaksi sirkular sekunder.
12
4. Sub-tahapan koordinasi reaksi sirkular sekunder.
Contoh : seorang calon konsumen mie instan melihat produk mana yang yang sedang ia inginkan , hal itu tidak melihat harga produk, melainkan apa keinginan yang terjadi pada produk mie instan seleranya.
4. Kandungan pengetahuan
Kandungan pengetahuan konsumen di dalam tiga bidang umum, yaitu:
1. Pengetahuan produk
(product knowledge) bagaimana konsumen memahami seluk beluk dari barang yang akan dibelinya.
2. Pengetahuan pembelian
(purchase knowledge) bagaimana pengaturan konsumen dalam membeli suatu barang, perhatian akan harga akan sangat diperhatikan.
3. Pengetahuan pemakaian (usage knowledge), konsumen harus mengerti tentang kegunaan, kelebihan, dan akibat dari barang yang akan dipakainya.
5. Oganisasi pengetahuan
Banyak teori mengenai organisasi ingatan, literatur yang ada sebagian besar mendukung pandangan mengenai ingatan yang diorganisasikan dalam
13
bentuk jaringan asosiatif (associative network). Menurut konsep jaringan asosiatif ini, ingatan terdiri dari serangkaian nodus (yang menggambarkan konsep) dan penghubung (yang menggambarkan assosiasi atau hubungan di antara nodus-nodus).
Kombinasi berbagai nodus di dalam ingatan menghasilkan unit pengetahuan yang lebih kompleks. Penghubung di antara nodus membentuk suatu kepercayaan atau proposisi.
6. Mengukur pengetahuan
Ada cara yang paling nyata dalam mengukur pengetahuan adalah menilai secara langsung isi ingatan. Pengukuran pengetahuan objektif (objective knowledge) adalah pengukuran yang menyadap apa yang benar-benar sudah disimpan oleh konsumen di dalam ingatan.
Pilihan akhir untuk menilai pengetahuan adalah dengan menggunakan ukuran pengetahuan subjektif (subjective knowledge). Pengukuran ini meyadap persepsi konsumen mengenai banyaknya pengetahuan mereka sendiri. Pada dasarnya, konsumen diminta untuk menilai diri mereka sendiri berkenaan dengan pengetahuan atau keakrabban.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Konsumen adalah tujuan ahkir dari suatu rangkaian penjualan yang dilakukan oleh produsen . namun keputusan untuk membeli selalu dipengaruhi oleh banyak sekali faktornya. Ada contoh pada pasar sepeda motor dalam hal ini adalah sepeda motor Honda, banyak hal yang dilakukan konsumen dalam rangka melakukan pembelian , baik itu sebelumnya maupun sesudahnya, Sebelum membeli, tentu konsumen melakukan pemilihan, dan sesyudah membeli tentu konsumen akan melakukan analisis dari pembelian tersebut.
Dan tahap dalam proses pembelian itu pun di pengaruhi oleh beberapa faktor perilaku sebelum dan sesudah pembelian, menilai sumber-sumber, menetapkan tujuan pembelian, mengidentifikasikan alternatif pembelian, keputusan membeli dan menganalisa keinginan dan kebutuhannya.
Pada pasar Honda ini, produsen berusaha memenuhi keinginan konsumen yang beraneka ragam agar konsumen tetap pada pembeliannya terhadap sepeda motor honda dan terus melakukan pembelian ulang dan tidak meninggalkan produk motor Honda.
13
14
Daftar pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar